Tantangan dan Peran Penting Guru BK pada Kegiatan Belajar di Rumah

Saya tidak tahu, apakah semua guru BK merasakan hal yang sama dengan saya atau tidak. Tapi saya merasa selama kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) ini berlangsung, tugas saya sebagai guru BK lebih menantang daripada sebelumnya. Memastikan siswa belajar dengan baik dan membantu mengatasi berbagai permasalahan siswa secara tatap muka saja sudah sulit, sekarang saya harus melakukannya secara daring. Dari mulai melakukan Assesmen, membuat perangkat pembelajaran, merancang media pembelajaran semenarik mungkin, sampai memantau keikusertaan siswa dalam pembelajaran. Belum lagi tugas spesial guru BK yaitu harus menjadi teman untuk siswa. Mendengarkan segala keluh kesah mereka, mendampingi mereka dalam melalui tugas perkembangannya, dan memastikan kesehatan mental dan psikologis mereka selama belajar di rumah tetap baik.

Tidak jarang, siswa saya mengirim pesan singkat yang berisi curahan isi hati mereka tentang bagaimana bosannya mereka belajar di rumah. “Bu, kapan si kita bisa belajar disekolah lagi?” itulah sepenggal kalimat tanya sekaligus pernyataan yang menggambarkan betapa rindunya mereka terhadap sekolah.

Lalu bagaimana saya selaku guru BK untuk menghadapi tantangan tersebut ? Guru-guru mata pelajaran pasti akan berfokus pada permasalahan teknis seperti pemilihan media , metode, dan platform yang digunakan untuk mengajar secara daring. Tapi saya sebagai guru BK memiliki peran penting yaitu membangun komunikasi dan memberikan perhatian kepada siswa agar mereka tetap sehat secara psikologis selama Belajar Dari Rumah (BDR) berlangsung. Berikut peran penting BK yang bisa saya bagikan untuk menghadapi tantangan tersebut berdasarkan pengalaman saya sendiri. 

Melek Teknologi

Pada kondisi pandemi seperti sekarang guru BK tidak bisa lagi melakukan konseling atau bimbingan secara langsung dan tatap muka. Untuk itu, guru BK harus memanfaatkan teknologi dan berbagai Platform pembelajaran yang dekat dan familiar dengan siswa. Misalnya untuk konseling, guru BK bisa melakukannya secara online menggunakan aplikasi Whatsapp baik itu berupa Chat atau Video Call. Begitu juga saat melakukan bimbingan yang bersifat kelompok atau klasikal, gunakanlah Platform yang banyak digunakan siswa seperti Zoom, Webex, dan Google Meet. Selingi dengan kuis atau permainan-permainan online yang bisa membangkitkan semangat belajar siswa. Gunakanlah Platform yang memudahkan kita saat mengumpulkan data, biodata, atau informasi-informasi lainnya yang dibutuhkan dari siswa. Misalnya kiita bisa menggunakan Google Form untuk menyebarkan angket kepada siswa.   

Pantau Kehadiran Siswa

Hal ini tidak kalah penting untuk dilakukan oleh guru BK. Dalam proses Belajar Dari Rumah (BDR), pasti akan ada siswa yang mengalami masalah belajar. Tidak pernah mengerjakan tugas, selalu terlambat saat pembelajaran, atau bahkan tidak mengikuti pembelajaran sama sekali. Kita harus memantau kehadiran siswa secara berkala, lengkapi data kehadiran, dan lakukan evaluasi kepada siswa, wali kelas atau orangtua siswa. Data tersebut juga akan membantu kita pada saat kenaikan kelas dan pemberian nilai sikap untuk siswa. 

Komunikasi dengan Siswa

Kita tidak pernah tau apa yang terjadi pada siswa apabila kita tidak menjalin komunikasi yang baik. Maka dari itu, kita harus meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita atau keluh kesah mereka. Jangan sungkan untuk mengajak berbicara siswa untuk membahas hal-hal menarik atau tema-tema yang sedang menarik dikalangan mereka. Lakukan pendekatan kepada siswa agar siswa merasa nyaman dan memiliki energi positif untuk menjalani proses pembelajaran. 

Komunikasi dengan Wali Kelas dan Orangtua

Guru BK tidak bisa bekerja sendiri. Perlu adanya kolaborasi dengan wali kelas dan orangtua. Artinya kita harus bekerja sama dengan orangtua dan wali kelas dalam memantau perkembangan siswa dan mencari solusi bersama apalabila terjadi permasalahan. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara guru dan orangtua akan menimbulkan perasaan terikat dari orangtua terhadap proses pembelajaran anaknya, sehingga diharapkan orangtua dapat membantu memotivasi anaknya agar tetap semangat mengikuti pembelajaran. Selain itu melalui orangtua dan wali kelas, guru BK bisa mengakses atau mencari tahu lebih dalam mengenai informasi siswa apabila diperlukan 

Simpati dan Empati

Pada saat seperti ini, siswa tidak hanya memiliki beban harus belajar atau mengerjakan tugas pelajaran saja. Tetapi, tidak sedikit siswa yang harus membantu orangtua dirumah atau melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya. Dengan seringnya mereka dirumah, maka mereka akan lebih sering dihadapkan dengan situasi rumah dan urusan orangtua yang tidak selalu menyenangkan. Oleh karena itu, kita sebagai guru BK harus memiliki simpati dan empati yang tinggi. Ketika siswa bermasalah disekolah kita harus mencari tahu lebih dalam apa penyebabnya. Jika sangat diperlukan bisa sesekali berkunjung kerumah siswa dengan tujuan menggali informasi dan tetap melakukan protokol kesehatan.

Saat-saat pandemi ini siswa kehilangan energi karena tidak ada kontak (fisik) dengan teman-temannya. Tugas guru BK untuk membangun energi itu, merangkul dan memotivasi siswa. Maksimalkan peran kita sebagai guru BK untuk memberikan layanan dan bimbingan yang bermanfaat bagi siswa dan menjadikan mereka tetap merasa nyaman dan senang selama Belajar Dari Rumah. Semoga ini bisa menjadi solusi unuk sesama guru BK khususnya agar terus termotivasi dan semangat dalam menjalani pembelajaran dari rumah. 

 

"Jabar Bermasker - Jabar Berbagi Motivasi Kreatif" 

Judul Blog/Artikel        : Tantangan dan Peran Penting Guru BK pada Kegiatan Belajar di Rumah   

Nama Lengkap             : Elsya Pratiwi

Guru Mata Pelajaran    : Bimbingan dan Konseling

Asal Sekolah                : SMA NEGERI 12 Depok

Komentar